29/9/18,
12.53 WIB
Tak terasa tangan kita bertemu, menimbulkan percikan-percikan yg
aneh di antara kita. Seketika aku menoleh dan ku melihat wajahmu yang juga
sedang menatapku dengan raut bingung, dan juga terpesona?―percaya diri sekali
aku ini.
Lalu aku memutuskan untuk pergi, tapi kamu tiba-tiba memegang tanganku, menahanku untuk tidak pergi, sekarang aku yg menatapmu dengan raut kebingungan.
“Namamu?” Oh ternyata kamu mau bertanya namaku, “Rasti.” Lalu kau hanya tersenyum dan berkata, “namamu cantik seperti wajahmu.”
Sadarkah kamu, pertama kalinya aku merona di hadapan lelaki, dan lelaki itu kamu, seseorang yang belum kutahu namanya, karena saat kau memujiku waktu itu, aku merasa malu dan langsung berlari meninggalkanmu.
Sekarang, aku jarang melihatmu bahkan tidak pernah, kau dimana? Aku rindu pada dirimu, yang selalu bisa membuat diriku merona.. maafkan aku yg tidak pernah tau siapa kamu sebenarnya―
*ah cerita ini tiba-tiba muncul di kepala, so kalo absurd,
sampurasun yak ehehe
r.s.t.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar